Sunday, November 4, 2007

Cinta Kepada Allah 1

Rasa Cinta kepada Allah menduduki posisi paling utama di antara sekian unsur seperti perasaan takut, harapan, kerendahan hati, ketaatan, penghambaan dan dzikir. Dengan cintalah terjalin ikatan yang kuat antara manusia dan khaliknya. Tak ada unsur lain yang dapat melebihi cinta dalam memperkuat jalinan pertalian batin antara keduanya.

Diriwayatkan bahwa Allah mewahyukan kepada nabi Dawud a.s

Wahai Dawud, ketahuilah bahwa dzikir-Ku
Kuperuntukan para pendzikir,
Surgaku buat orang orang yang taat,
Cintaku buat orang yang merindukan-Ku,
Sedangkan diri-Ku sendiri,
Kuistimewakan buat mereka yang mencitai-Ku

Diriwatkan oleh Muhammad bin Yakub Al Kulaini dari Imam Ja’far Al-Shadiq a.s. :

“Ada tiga macam hamba. Kaum yanng menyembah Allah karena Takut, yang demikian itu adalah ibadah para hamba sahaya. Kaum yang menyembah Allah hanya untuk mengharapkan imbalan, yang demikian itu ialah ibadah para pedagang. Dan Kaum yang menyembah Allah disebabkan rasa CINTA, maka itulah ibadah orang yang merdeka, Ibadah yang paling utama.“

Diriwayatkan oleh Al Kulaini dari rasulullah saw : Manusia yang paling utama ialah yang merindukan ibadah kemudian menghanyutkan diri di dalamnya, dan mencintainya dengan sepenuh hati dan sekujur jazadnya. Ia memberinya tempat di dalam hatinya, dan tak memperdulikan urusan dunia yang akan terjadi ; baik yang sulit ataupun yang mudah diatasinya.

Dari imam Ja’far Al-Shadiq diriwayatkan : “Rahasia kesuksesan para pencapai makrifat bertumpu pada tiga asas : Takut, Harapan dan Cinta. Takut adalah cabang dari ilmu, Harapan merupakan cabang dari keyakinan, Dan Cinta ialah bagian dari makrifat. Bukti adanya ketakutan ialah terjadinya pelarian. Bukti adanya cinta adalah pengutamaan sang kekasih atas yang lain. Jika telah nyata ilmu di dalam dadanya timbulah rasa takut. Dan bila ternyata apa yang ditakutinya itu benar ia pun lari. Dengan pelariannya ini dia selamat. Bila cahaya keyakinan telah bersinar di kalbunya, maka ia menyaksikan satu karunia. Jika telah teguh keyakinannya dalam memandang karunia, maka timbulah harapan. Dikala manisnya harapan ini telah diraihnya lahirlah permohonan. Jika permohonannya dikabulkan ia pun mendapatkannya. Kalau sinar makrifat telah terpancar dihatinya, maka berhembuslah angin CINTA, jika angin cinta berhembus ia mulai menikmati lindungan sang kekasihnya. Ia pun mengutamakan kekasihnya atas yang lain dan segera melaksanakan perintah-perintahnya. Perumpamaan tiga asas ini seperti Al-Haram, masjid dan kabah. Barang siapa memasuki Al-Haram amanlah dari gangguan mahluk-Nya. Dan barangsiapa memasuki masjid terlindungilah anggauta tubuhnya dari penggunaan untuk kemaksiatan. Dan barangsiapa memasuki ka’bah selamatlah hatinya dari hal yang menyibukkannya selain mengingat-Nya.“

Munajat Para Pecinta

Ya Ilahi, sekalipun bekalku tuk menuju-Mu kecil,
namun prasangka baikku membuatku bertawakal pada-Mu,
Sekalipun dosaku membuatku merinding akan siksa-Mu,
Namun harapanku telah membuatku merasa aman dari murka-Mu,
Sekalipun dosaku telah menyediakan diriku tuk menerima hukuman-Mu,
namun kuatnya keyakinanku pada-Mu telah mendukungku
Sekalipun kelalaianku menidurkanku dari bersiap diri tuk bertemu dengan-Mu,
namun pengetahuan telah membangkitkanku akan kemuliaan dan nikmat nikmat-Mu
Sekalipun dosa dan pemberontakan,
yang berlebih lebihan telah mengasingkanku dari-Mu,
namun kabar gembira tentang ampunan-Mu membuatku tenang.

Aku memohon kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu dan sinar kesucian-Mu,
Aku meminta kepada-Mu dengan kelembutan rahmat dan kebaikan-Mu
Tuk mewujudkan angan angan yang menjadi harapanku,
yakni agungnya kemuliaan-Mu,
Indahnya nikmat-Mu; bisa dekat di samping-Mu dan melihat-Mu
Aku di sini menggadaikan diri agar bisa memperoleh kesegaran dan kelembutan-Mu,
menengadah tuk menunggu hujan kemurahan dan kebaikan-Mu,

Aku lari dari murkamu menuju ridha-Mu,
lari dari-Mu menuju-Mu,
mengharap yang terbaik di sisi-Mu,
menyandarkan diri pada pemberian-Mu,
benar benar membutuhkan penjagaan-Mu.

Ya Ilahi sempurnakanlah karunia-Mu yang telah Kau mulai,
jangan Kau angkat anugerah-Mu yang telah Kau beri,
jangan Kau buka apa yang dengan kebijakan-Mu telah Kau tutupi,
dan ampunilah segala perbuatan burukku yang telah Kau ketahui

Ya Ilahi, aku memohon syafaat dari-Mu kepada-Mu,
aku berlindung dari-Mu kepada-Mu,
aku mendatangi-Mu tuk mengharap kebaikan-Mu,
memohon kemurahan-Mu,
aku mencari air dari melimpahnya keanggunan-Mu,
mengharap hujan dari mendung keuatamaan-Mu,
memohon Ridha-Mu,
berjalan menuju-Mu,
mencapai jalan dukungan-Mu,
mencari sesuatu yang agung di sisi-Mu,
sampai di hadapan keindahan-Mu tuk mengharapkan wajah-Mu
mengetuk pintu-Mu,
merendah di hadapan kebesaran dan keagungan-Mu

Dengan rahmat-Mu berbuatlah untukku sekehendak-Mu akan ampunan dan rahmat,
jangan berbuat sesuai kemauanku berupa azab dan kesusahan, wahai Yang Pengasih
(Ash – Shahifah As-Sajjadiyyah)

Ali Zainal Abidin

Malam sudah larut, dinihari sudah hampir. Angin dingin sahara berhembus dalam kesepian. Bukit bukit batu, rumah rumah tanah, pepohonan semua tak bergerak ; berdiri kaku seperti rangkaian shiluet. Tapi ditengah Masjidil Haram, seorang pemuda berjalan memutari Ka’bah. Usai thawaf, ia berdiri di pintu ka’bah sambil bergantung pada tirainya. Matanya menatap langit yang sunyi. Tak seorang pun berada di situ, kecuali Thawus Al Yamani, yang menceritakan peristiwa itu kepada kita. Thawus mendengar pemuda itu merintih :

Tuhanku, gemintang langit-Mu telah tenggelam
Semua mata mahluk-Mu telah tertidur
Tapi pintu-Mu terbuka lebar
Buat pemohon kasih-Mu

Aku datang menghadap-Mu
Memohon ampunan-Mu
Kasihi daku
Perlihatkan padaku wajah kakekku Muhammad saw
Pada mahkamah hari kiamat

(kemudian ia menangis)

Demi kemuliaan dan kebesarn-Mu
Maksiatku tidakklah untuk menentang-Mu
Kala kulakukan Maksiat
Kulakukan bukan karena meragukan-Mu
Bukan karena mengabaikan siksa-Mu
Bukan karena menantang hukum-Mu
Kulakukan karena pengaruh hawa nafsuku
Dan karena kauulurkan tirai untuk menutupi aib ku

Kini siapakah yang akan menyelamatkan aku
Dari azab-Mu
Kepada tali siapa aku harus bergantung
Kalau kau putuskan tali-Mu
Malang nian daku kelak
Ketika bersimpuh dihadapan-Mu
Kala si ringan dipanggil : Jalanlah
Kala si berat dipanggil : Berangkatlah
Aku tak tahu
Apakah aku berjalan dengan si ringan
Atau berangkat dengan si berat.

Duhai celakalah aku
Bertambah umurku dan bertumpuk dosaku
Tak sempat aku bertobat kepada-Mu
Sekarang aku malu menghadap Tuhanku

(Ia menangis lagi)

Akankah Kau bakar diriku dengan api-Mu
Wahai tujuan segala kedambaan

Lalu, ke mana harapku kemana cintaku
Aku temui-Mu
Dengan memikul amal buruk dan hina
Di antara segenap mahluk-Mu
Tak ada orang sejahat aku

(Ia menangis lagi)

Mahasuci Engkau
Engkau dilawan seakan-akan Engkau tiada
Engkau terlalu pemurah
Seakan akan Engkau tak pernah dilawan.
Engaku curahkan kasih-Mu pada mahluk-Mu
Seakan akan Engkau memerlukan mereka
Padahal Engkau, duhai Junjunganku
Tak memerlukan semua itu

Kemuadian ia merebahkan diri bersujud, Thawus bercerita : aku dekati dia. Aku angkat kepalanya dan kuletakan pada pangkuanku. Aku menangis sampai air mataku membasahi pipinya. Ia bangun dan berkata, “Siapa yang mengganggu dzikirku“. Aku berkata , “Aku Thawus, wahai putra Rasul Allah . Untuk apa segala rintihan ini ? Kamilah yang seharusnya berbuat seperti ini, karena hidup kami bergelimang dosa.
Sedangkan ayahmu Husain bin Ali, Ibumu Fathimah, dan kakekmu Rasulullah saw.“

Ia memandangku seraya berkata, “Keliru, kau Thawus, Jangan sebut sebut perihal ayahku, ibuku kakekku, Allah menciptakan surga bagi yang menaati-Nya dan berbuat baik, walaupun ia hanya hamba sahaya dari Habsi, Ia menciptakan neraka buat yang melawan-Nya walaupun ia bangsawan Quraisy. Tidakkah engkau dengar firman Allah –Ketika sangkakala ditiup, tidaklah ada hubungan lagi di antara mereka hari itu dan tidak saling meminta tolong. Demi Allah esok tidak ada yang bermanfaat selain amal saleh yang telah engkau lakukan.“

Yang diceritakan Thawus dalam riwayat ini adalah Ali Zainal Abidin. Imam keempat dalam rangkaian imam Ahli Bait ini terkenal sebagai As Sajjad, orang yang banyak bersujud. Doa doanya dikumpulkan dalam As-Shahifah As-Sajjadiyah; berisi kalimat kalimat yang indah dan mengharukan.

Rintihan suci Ahli Bait Nabi

Ya Ilahi, Junjunganku, pelindungku, Tuhanku
Sekiranya aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu
Mana mungkin aku
Mampu bersabar berpisah dari-Mu
Dan seandainya akau dapat bersabar
Menahan panas api-Mu
Mana mungkin aku bersabar
Tidak melihat kemuliaan-Mu
Mana mungkin aku tinggal di Neraka
Padahal harapanku hanya maaf-Mu
Demi kemuliaan-Mu
Wahai junjunganku dan Pelindungku
Aku bersumpah dengan tulus
Sekiranya Engkau biarkan aku berbicara di sana
Di tengah penghuninya,
aku akan menangis
tengisan mereka yag menyimpan harapan
aku akan menjerit
jeritan mereka yang memohon pertolongan
aku akan merintih
rintihan orang yang kehilangan
Sungguh, aku akan menyeru-Mu
Di manapun Engkau berada
Wahai Pelindung kaum mukminin
Wahai tujuan harapan kaum arifin
Wahai Pelindung kaum yang memohon perlindungan
Wahai kekasih kalbu para pencinta kebenaran
Wahai Tuhan seru sekalian Alam

Mencintai Keluarga Nabi

Anas bin Malik, khadam Rasulullah saw bercerita :

Nabi mendapat hadiah daging burung, kemudian beliau berdoa, “Ya Allah, datangkanlah orang yang paling Engkau cintai supaya ia makan daging burung ini bersamaku”.

Kemudian datanglah Ali bin Abi Thalib, aku tolak dia, dia datang lagi, dan kutolak lagi, Ali masuk pada kali ketiga atau ke empat. Nabi saw berkata padanya, “Apa yang menahanmu untuk datang padaku”

Ali menjawab “Demi yang Mengutusmu dengan hak sebagai Nabi, aku mengetuk pintu tiga kali, tapi Anas selalu menolaknya.”

Perjalanan menuju kecintaan kepada Allah harus dimulai dengan mencintai Rasulullah saw, orang yang paling dicintai Allah. Tapi Sebelum memasuki kecintaan kepada Rasulullah saw, kita harus mencintai orang yang paling dicintai Rasulullah.

Bukankan Nabi pernah berdoa,

“Cintailah Allah atas nikmat-Nya kepadamu,
Cintailah Aku karena kecintaan kepada Allah,
Dan Cintailah Ahli Baitku karena Kecintaanku”

Allah berfirman, “

Katakanlah (olehmu Muhammad) aku tidak meminta upah dari kalian
Kecuali kecintaan kepada Keluargaku”

Al-Zamakhsyari mengubah puisi,
Sudah banyak kebimbangan dan Ikhtilaf
Semua menyatakan mazhabnya yang paling benar
Kupegang teguh kalimah “La ilaha Illallah”
Dan kecintaan kepada Ahmad dan Ali

Beruntung Anjing karena mencintai Ashabul Kahfi
Mana mungkin aku celaka
Karena mencintai keluarga Nabi

Imam Syafi’I melukiskan kecintaanya kepada keluarga Nabi saw dengan pusi :

Wahai Ahli Bait Rasulullah,
Kecintaan kepadamu
Allah wajibkan atas kami
Dalam Alqur’an yang diturunkan
Cukuplah tanda kebesaranmu
Tidak sah salat tanpa salawat kepadamu

Bahagia Menjadi Nomor Dua

Puluhan tahun yang lalu David McClelland dikenal dengan idenya tentang masyarakat berprestasi. Hampir di setiap negara, korporasi tertarik mempercepat pertumbuhan dengan menginjeksikan virus motivasi berprestasi.

Fundamental dalam ide ini, kehidupan hanya layak dijalani bila menjadi nomor satu. Dan sekian puluh tahun setelah ide ini berlalu, tampaknya penyebaran virusnya masih berjalan cepat

Di dunia korporasi, pusat pertumbuhan dari mana masa depan disiapkan, ditandai oleh semakin derasnya virus ini. Dalam pergeseran pergeseran kekuasaan negara juga serupa. Yang berpengaruh adalah tokoh tokoh seperti George W Bush, John Howard yang agresif, diimbangi teroris yang tidak kalah agresif. Sebagai hasilnya, suhu hubungan antar manusia di dunia memanas dari hari ke hari.

Soal implikasi kemajuan materi dari injeksi virus berprestasi, memang tidak diragukan. Namun semua ada ongkosnya. Kedamaian, kebahagiaan dan kenyamanan jiwa hanya sebagian hal yang harus dikorbankan. Isu pemanasan global yang belakangan ditiupkan berulangkali oleh Al Gore, belum terlihatnya tanda tanda perdamaian akibat serangan AS ke Afgaistan dan Irak, serta memanasnya suhu politik di beberapa negara yang dulu sejuk seperti Thailand dan Myanmar hanyalah sebagai tanda.

Negeri ini juga serupa, sepuluh tahun reformasi ditandai gesekan antar elite yang berebut menjadi nomor satu. Di zaman pemilihan kepala daerah secara langsung, rakyat teramat sibuk melayani elite yang semuanya mau menjadi nomor satu.

Rahasia-rahasia sentuhan

Sebagaimana ditulis Daoed Joesoef tentang ekonomi Jepang, tiang penopang kemajuan Jepang yang mengagumkan itu adalah Ibu Rumah Tangga yang melaksanakan tugas keibuannya dengan rasa bangga dan bahagia.

Cerita india juga serupa. Begitu India merdeka, Mahatma Gandhi ikhlas memberikan kursi Perdana Menteri kepada Nehru. Sebuah keputusan yang menyelamatkan India, sekaligus memberi kesempatan India bertumbuh tanpa diganggu virus perseteruan menjadi nomor satu.

Mohammad Hatta adalah legenda Indonesia. Ia berbahagia mengisi hidupnya dengan menjadi nomor dua. Saat itu beberapa kali terjadi perselisihan dengan orang nomor satu, Ia selamatkan negeri ini dengan cara berbahagia menjadi nomor dua.

Di Timur pernah lahir guru agung dengan cahaya terang jauh sebelum ia mengalami pencerahan, guru ini pernah terlahir sebagai kura kura. Suatu hari di tengah lautan, kura kura ini melihat manusia terapung. Hanya karena menempatkan hidup orang lain lebih penting daripada hidupnya, ia gendong manusia ini ke pinggir pantai. Setelah kelelahan di pantai, ia tertidur. Saat terbangun, tubuhnya sudah dalam keadaan diselimuti ribuan semut. Lagi lagi karena menganggap hidup orang lain lebih penting daripada hidupnya, ia biarkan ribuan semut memakan tubuhnya. Padahal, hanya dengan gerakan ke laut, ia akan selamat dari ribuan semut ini.

Ter Inspirasi kehidupan seperti inilah, lalu lahir orang-orang seperti master Hsing Yun. Dalam karya Indahnya, The Philosophy of Being Second, guru rendah hati yang banyak dipuji ini bertutur tentang rahasia hidupnya. Di salah satu pojok bukunya, ia menulis, “You are important, he is important, I am not”.

Orang lain lebih penting

Memang terdengar aneh, terutama bagi mereka yang biasa menyembah ego, meletakkan nomor satu sebagai satu satunya kelayakan kehidupan. Namun, bagi raksasa pelayanan dunia seperti Singapore Airlines, keberhasilan mereka dikarenakan rajin mengajari orangnya bahwa “Orang lain penting, saya tidak penting”. Dalai lama is a living spiritual giant. Mendapat Nobel perdamaian dan penghargaan sivil tertinggi di AS yang membuatnya sejajar dengan George Washington dan Paus Yohanes Paulus II. Rahasia dibalik semua ini juga serupa, musnahnya semua ego, hanya menyisakan kebajikan.

Lebih lebih pejalan kaki di jalan Tuhan dan Budha. Hampir tidak pernah terdengar bahwa ego dan kecongkakan membawa seseorang sampai di tempat jauh. Mereka yang dikagumi di jalan ini hampir selalu ditandai oleh kesediaan menempatkan orang lain di nomor satu, lalu membangun kebahagiaan dengan membahagiakan orang lain.

Bagi master Hsing Yun malah lebih jauh lagi, being touched is the most wonderful thing in life. Tersentuh apalagi sampai menitikkan air mata, adalah pengalaman batin yang menawan. Siapapun yang berhasil membuat orang lain tersentuh tidak saja sedang menciptakan kebahagiaan, tetapi juga membuat orang membangun tembok kesetiaan yang susah ditembus.

Disebuah pojokan kehidupan guru rendah hati ini, pernah terjadi ia demikian dipuji, dikagumi. Sehingga tidak saja dirinya yang menitikkan air mata, langit yang biru tanpa awan sedikitpun ikut meneteskan air mata dengan menurunkan hujan. Seperti sedang bercerita tidak ada kecongkakan yang menyentuh hati. Kebajikan, ketulusan dan kesediaan membangun kebahagiaan di bawah kebahagiaan orang lain, itulah rahasia-rahasia sentuhan.

Alam memang penuh pertanda. Ia tidak melarang manusia menjadi nomor satu. Jumlah batu yang menjadi puncak gunung jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang menjadi lereng dan dasar gunung. Bila usaha hanya berujung pada nomor dua, ia sebuah pertanda mulia : kita sedang menjadi lereng dan membuat orang lain menjadi nomor satu, di puncak. Bukankah ini sikap yang menyentuh ?

Perlambang alam yang lain, kelapa tumbuh di pantai, cemara tumbuh di gunung. McClelland telah membuat banyak manusia jadi nomor satu, lengkap dengan hawa panas ala kelapa di pantai. Master Hsing Yun memberikan inspirasi tentang kehidupan yang menyentuh karena berbahagia jadi nomor dua, mempersilahkan orang lain menjadi nomor satu,mirip cemara yang sejuk di gunung.

Bila pencinta nonor satu berfokus pada menjadi benar dan hebat, kesejukan ala cemara berfokus pada menjadi baik dan menyentuh. Ia serupa kisah tiga anak yang memilih tiga buah pir pemberian tetangga. Murid McClelland akan memilih yang terbesar dan tersegar. Anak yang batinnya sejuk akan memilih yang terkecil dan terjelek. Ia berbahagia melihat orang lain menikmati buah Pir yang besar dan segar. Dan Anda pun bebas memilih ikut yang mana

Oleh : Gede Prama – kompas 3 nov 07

Mengubah Pasir Menjadi Mutiara

Pada suatu hari yang sendu seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh kepada ibunya. Sebuah pasir tajam bagai belati memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
Anakku, kata sang ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan kepada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Jadi, kuatkan hatimu, nak. Jangan lagi terlalu lincah. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu. Tegarkan jiwamu melewati rasa nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa engkau perbuat anakku, kata ibunya dengan pilu tetapi penuh kelembutan.
Anak kerang pun mencoba nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa perih bukan alang kepalang. Kadangkala, ditengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Tetapi tak ada pilihan lain. Ia terus bertahan. Dan dengan banyak air mata ia terus tegar, mengukuhkan hati, menguatkan jiwa, bertahun tahun lamanya.
Tetapi, tanpa disadarinya, sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Kian lama kian bulat. Dan rasa sakit pun semakin berkurang. Mutiara it uterus semakin berbentuk. Kini bahkan rasa sakitnya pun terasa biasa. Dan ketika masanya tiba, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, akhirnya terbentuk dengan sempurna.
Kerang itu berhasil mengubah pasir menjadi mutiara. Penderitaannya berubah menjadi mahkota. Air matanya menjadi harta sangat berharga. Dirinya kini, sebagai bentukan derita bertahun tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lainnya yang Cuma disantap orang dibawah tenda tenda bertuliskan“Sedia Kerang Rebus“, di pinggir jalan. Tetapi kristal penderitaannya kini, menjadi perhiasan mahal bergengsi tinggi di leher leher indah para perempuan kaya nan jelita.
Pembaca, cerita di atas merupakan sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan kerang bisa menjadi kerang luar biasa !
Bahwa kesulitan, penderitaan, dan kekecewaan dapat mengubah orang biasa menjadi orang luar biasa. Itulah yang terjadi pada orang orang besar seperti : Sidharta gautama, Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, AH. Nasution, Kim Dae Jung dan Nelson Mandela.
Dijantungnya, kemampuan bertahan dalam penderitaan merupakan sebuah motivasi murni, semangat superior, spirit sukses yang menggelegak, yang bertanggungjawab bagi semua kinerja kelas dunia dan kualitas karya para maestro.
Jadi apabila anda sedang menderita hari ini, apapun jenisnya, apapun sebabnya, saya menyarankan :
Bertahanlah, bergurulah pada kerang, dan bersiap siaplah menjadi orang luar biasa !
oleh Jansen Sinamo

Saturday, November 3, 2007

Menarik yang Baik, bukan menarik yang Buruk

Masalahnya adalah kebanyakan orang memikirkan apa apa yang tidak mereka inginkan, dan mereka bertanya tanya mengapa hal hal yang tidak mereka inginkan itu terus bermunculan.

By : John Assaraf


Satu satunya sebab mengapa orang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan adalah karena mereka lebih memikirkan apa yang tidak mereka inginkan daripada apa yang mereka inginkan. Dengarkan pikiran Anda, dan dengarkan kata kata yang Anda ucapkan.

Ketika anda memikirkan hal hal yang Anda inginkan, dan anda memfokuskan semua niat anda kepadanya, hukum tarik menarik akan memberikan persis sama seperti yang Anda inginkan, setiap waktu. Ketika Anda berfokus pada hal hal yang tidak Anda inginkan – “Saya tidak ingin terlambat, saya tidak ingin terlambat – hukum tarik menarik tidak mendengar bahwa Anda tidak menginginkannya. Hukum ini mewujudkan hal hal yang anda pikirkan. Hal hal itu akan terus bermunculan. Hukum tarik menarik tidak membedakan apa yang diinginkan atau apa yang tidak diinginkan. Ketika anda berfokus pada sesuatu, terlepas dari apapun sesuatu itu, sebenarnya Anda sedang memanggil sesuatu itu untuk hadir.

Hukum tarik menarik tidak memperhitungkan “jangan“ atau “tidak“ atau “bukan“, atau semua kata penolakan lain.

Ketika anda mengatakan : “Saya tidak ingin menumpahkan apapun pada pakaian ini“ itu sama saja dengan anda menyatakan

“Saya ingin menumpahkan sesuatu pada pakaian ini dan saya ingin menumpahkan lebih banyak lagi“

“Saya tidak menginginkan potongan rambut yang buruk“ sama dengan anda menyatakan “Saya ingin potongan rambut yang buruk”

”Saya Tidak ingin bertengkar” – “Saya menginginkan lebih banyak pertengkaran”
Hukum tarik menarik memberikan apa yang anda pikirkan – Titik !

Pikiran mempunyai frekuensi

Apa yang tidak dipahami oleh sebagian besar orang
Adalah bahwa sebuah pikiran bersifat magnetis dan
pikiran memiliki frekuensi.
Selama anda berfikir, pikiran pikiran anda akan menarik
Semua hal yang serupa yang berada di frekuensi yang sama.
Segala sesuatu yang dikirim ke luar akan kembali
Ke sumbernya.
Dan Sumber itu adalah Anda.

Bayangkanlah seperti ini :
Kita mengerti bahwa sebuah menara suar stasiun televisi
Memancarkan siarang melalui suatu frekuensi,
Yang kemudian diubah menjadi gambar gambar di televise anda.
Sebagian besar dari kita tidak sungguh sungguh memahami cara kerjanya, tetapi kita tahu bahwa setiap saluran memiliki sebuah frekuensi, dan ketika kita memasuki frekuensi itu, kita melihat gambar gambar di televise kita.
Kita memilih frekuensi dengan memilih saluran, dan dengan demikian kita menerima gambar gambar lain di televisi kita, kita mengubah saluran dan memasuki frekuensi yang baru.

Anda adalah menara suar manusia, dan daya anda lebih kuat daripada semua menara televisi yang pernah diciptakan di dunia. Anda adalah menara suar yang paling kuat di Semesta. Pancaran anda menciptakan kehidupan anda dan menciptakan dunia. Frekuensi yang anda pancarkan menggapai lebih jauh dari kota, Negara dan dunia. Frekuensi itu bergetar di seluruh alam semesta. Dan anda memancarkan frekuensi itu dengan pikiran pikiran anda.

Gambar gambar yang anda terima dari penyiaran pikiran anda bukanlah di televisi ruang keluarga anda tetapi gambar gambar itu adalah gambar gambar dari hidup anda !
Pikiran pikiran Anda menciptakan frekuensi. Pikiran menarik hal hal yang serupa di frekuensi itu, dan kemudian disiarkan kembali ke Anda sebagai gambar gambar kehidupan anda. Jika anda ingin mengubah sesuatu dalam hidup anda, ubahlah saluran dan ubahlah frekuensi dengan mengubah pikiran pikiran Anda.

Magnet Paling Kuat di Alam Semesta

John Assaraf :

“Cara sederhana untuk memahami hukum tarik menarik
Adalah jika saya menganggap diri sebagai magnet,
dan saya tahu bahwa sebuah mgnet akan menarik sesuatu
ke arahnya.“

Anda adalah magnet yang paling kuat di alam semesta !
Di dalam diri Anda terdapat sebuah magnet yang lebih kuat
Daripada segala sesuatu yang ada di dunia,
Dan daya magnetis yang tak terbayangkan ini dipancarkan
Melalui pikiran pikiran Anda.

Tugas kita sebagai manusia adalah
memelihara pikiran pikiran yang kita inginkan,
memperjelas apa yang kita inginkan di dalam benak,
dari situ kita mulai membangunkan
salah satu hukum terbesar di Semesta,
dan itulah hukum tarik menarik.
Anda tidak hanya menjadi apa yang paling Anda pikirkan,
tetapi Anda juga meraih apa yang paling Anda pikirkan.

Jika Anda dapat memikirkan apa yang Anda
Inginkan di dalam benak, dan menjadikannya pikiran
Yang dominan, Anda akan menariknya / mendatangkan
Keinginan itu ke dalam hidup anda.

Exis Sebagai Air


Tahukah anda bahwa ketika kita lahir, 90% tubuh kita adalah air.
Saat kita dewasa tubuh kita rata rata adalah 70% air.
Dan Jika kita mati pada usia lanjut kita adalah 50% air.
Dengan kata lain, disepanjang hidup ; kita exis sebagai air.

(Masaru Emoto)

Liquid Culture

Sedang senang senangnya coba coba buat liquid culture untuk Jamur Tiram, so far so gud, besok tinggal fase test apakah liquid culture yang ...