Pupuk yang dinamakan Pupuk Ion Organik 200 watt, ditemukan oleh Soelaiman Budi Sunarto yang berhasil menjadi salah satu dari 101 inovasi terpilih tahun 2009 oleh Lembaga Intermediasi Business Innovation Center (BIC).
Budi, sang penemu biasa dipanggil, memulai pengembangan pupuk ion ini pada tahun 2006 di Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Termasuk pupuk organik karena dibuat dari bahan - bahan organik yang mudah ditemui di pedesaan dan sudah di uji coba di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Berdasarkan penelitian tersebut pupuk temuan Budi ini terbukti mengandung kadar nitrogen tinggi yang bermanfaat agar tanaman dapat tumbuh dengan akar yang kuat sehingga menunjang pertumbuhan yang baik. Daya hantar listrik dari pupuk ini berguna dalam membantu penyerapan pupuk oleh tumbuhan. Semakin tinggi daya hantar listriknya maka semakin baik pula daya serapnya.
Cara pembuatan pupuk yang memiliki daya hantar listrik sampai 200 watt ini adalah dengan bahan dasar urin manusia (walaupun urin hewan bisa digunakan tetapi urin manusia menghasilkan kualitas pupuk yang lebih baik), cairan glukosa dan fermentor. Komposisi urin dan cairan glukosa masing - masing 1 bagian lalu ditambahkan fermentor untuk kemudian diaduk selama 30 menit. Setelah proses pengadukan, pupuk dikemas di dalam wadah yang tertutup rapat dan didiamkan selama satu minggu. Setelah satu minggu, kemasan dibuka sebentar untuk diaduk satu kali saja. Tutup rapat kembali dan diamkan selama tiga minggu. Setelah tiga minggu, pupuk yang tidak lagi berbau pesing sudah dapat digunakan. Pengemasan pupuk yang sudah jadi harus dalam wadah yang tertutup rapat agar pupuk dapat bertahan hingga 3 tahun.
Bahan dasar berupa cairan glukosa bisa didapat dari air kelapa, air limbah tahu atau air yang dicampur dengan gula merah. Fermentor dapat diperoleh di toko - toko pertanian atau dibuat sendiri dengan bahan dasar kotoran sapi yang masih berada di dalam usus sapi bagian tengah.
Cara penggunaan pupuk dengan menyemprotkannya pada tanaman agar mudah diserap oleh daun. Komposisi volume pupuk adalah dengan mencampurkan 1 mililiter pupuk dengan 1 liter air bersih.
Sumber: Koran KOMPAS hal. 14, terbit 22 Januari 2010 dan sumber lain
Kami menekuni Budidaya Jamur Tiram Sejak pertengahan 2013, bagi yang berminat untuk belajar Budidaya Jamur Tiram di Palembang Silahkan untuk Datang berkunjung ke Tempat Kami di Jl Pangeran Ayin, Komplek Griya Arisma Azhar B22, Kami Juga menyediakan Jamur tiram segar dan menjual Baglog serta Bibit, Semoga informasi yang kami sajikan memberi manfaat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Liquid Culture
Sedang senang senangnya coba coba buat liquid culture untuk Jamur Tiram, so far so gud, besok tinggal fase test apakah liquid culture yang ...
-
NAIROBI (AFP) - A baby hippopotamus that survived the tsunami waves on the Kenyan coast has formed a strong bond with a giant male century-o...
No comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Comment Anda